Selasa, 15 Oktober 2019

Ketahui Dampak Hepatitis B pada Ibu Hamil yang Serius Ini

Ibu hamil juga dimungkinkan bisa terserang virus hepatitis B. Virus yang menyerang sel hati ini lebih berisiko jika menginfeksi ibu hamil. Pasalnya, terdapat kondisi khusus ibu hamil yang menyebabkannya lebih rentan. Kesehatan kandungan juga terganggu sebagai dampak hepatitis B pada ibu hamil. Selengkapnya, inilah risiko yang dialami ibu hamil akibat hepatitis B.

Ketahui Dampak Hepatitis B pada Ibu Hamil yang Serius Ini

1.    Morning Sickness Parah
Saat ibu hamil memang terinfeksi virus hepatitis B, terdapat dua kemungkinan penyakitnya yaitu hepatitis B akut dan hepatitis B kronik. Jika hepatitis B akut, maka penyembuhannya sampai 6 bulan pertama setelah terinfeksi. Berbeda dengan hepatitis B kronik yang sifatnya jangka panjang. Salah satu dampak yang ditimbulkan kedua jenis hepatitis B itu adalah morning sickness parah.

Kondisinya ibu hamil yang terinfeksi HBV tentu berlainan dengan morning sickness pada ibu hamil yang normal. Morning sickness akan terus terjadi selama masa kehamilan, berbeda dengan ibu hamil yang sehat dengan morning sickness hanya saat trimester pertama saja. Karenanya, kondisi fisik ibu hamil yang terkena hepatitis B makin lemas, mudah lelah, dan tidak bugar.

2.    Mengalami Gangguan Pencernaan
Virus hepatitis B yang menginfeksi hati tentu saja berdampak pada proses pencernaan. Terdapat gangguan pencernaan pada ibu hamil yang terinfeksi. Tanda-tandanya adalah sering sakit perut, mual terus menerus, hingga diare saat hamil.

Semua gejala tersebut ditambah dengan dialaminya gejala morning sickness. Untuk itu, ibu hamil perlu perhatian serius termasuk perawatan medis jika diperlukan. Diperlukan konsultasi rutin dengan dokter yang menangani. Pilihlah dokter yang berpengalaman dan komunikatif.

3.    Berisiko Ketuban Pecah Dini
Ibu hamil yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis B, sebenarnya sudah kebal dan tidak akan terinfeksi. Akan tetapi, terdapat kasus yang belum pernah divaksin, sehingga terdapat risiko ketuban pecah dini saat tubuhnya terinfeksi HBV. Ketuban pecah bisa terjadi sebelum ataupun sesudah janin matang. Jika terjadi sebelumnya, maka kondisi ibu hamil tentu lebih parah.

4.    Terkena Diabetes Gestasional
Dampak hepatitis B pada ibu hamil berikutnya adalah diabetes gestasional. Risiko ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang dibutuhkan tubuh. Di sisi lain, ibu hamil sangat perlu lebih banyak insulin agar gula darah dapat terkontrol dalam batas normal setelah dipengaruhi hormon kehamilan. Kondisi ini akan menghilang setelah ibu melahirkan.

5.    Terkena Penyakit Kuning
Penyakit kuning merupakan dampak yang identik terjadi pada penderita hepatitis B. Ibu hamil yang terinfeksi juga berisiko mengalaminya. Biasanya, dampak ini muncul pada ibu hamil yang sebelumnya sudah terinfeksi HBV.

Penyakit kuning ini menyebabkan bagian putih mata menjadi kuning. Tak hanya itu, pigmen kulit juga berubah menjadi kuning. Semua itu disebabkan oleh akumulasi kadar bilirubin pada tubuh ibu hamil. Kontrol kadar bilirubin yang tinggi tersebut disebabkan karena hati sedang terinfeksi yang akibatnya zat tersebut menumpuk pada kulit hingga menyebabkan kulit jadi berwarna kuning.

Beragam dampak hepatitis B pada ibu hamil di atas harus dipahami agar dapat dilakukan pemeriksaan dini dan pencegahan. Hal ini sangat penting demi kesehatan ibu dan janin agar selalu sehat pada setiap tahap kehamilan sampai persalinan nanti. Situs parenting.orami.co.id juga sudah banyak membahas pentingnya mengetahui gejala hepatitis B agar dapat menangani secepatnya.