Jumat, 29 November 2019

Cara Efektif Mengatasi Tinea Capitis Sebelum Terjadi Komplikasi

Tinea capitis merupakan penyakit yang disebabkan infeksi jamur dermatofit di kulit kepala serta batang rambut. Gejala yang muncul bisa berupa kulit kepala bersisik dan pitak, sampai dialaminya peradangan dan kebotakan yang meluas. Cara mengatasi tinea capitis ini dapat dilakukan dengan berbagai cara di bawah ini agar jangan sampai semakin parah sampai mengalami komplikasi.

1. Menggunakan Obat Antijamur

Menggunakan Obat Antijamur

Jamur yang menginfeksi kulit memang bukan tanpa alasan. Hal ini terjadi karena tercipta lingkungan yang disukai jamur dan akibat lalai atau tidak menjaga kebersihan diri. Infeksi jamur ini disebabkan oleh kondisi kulit kepala yang lembab karena berkeringat. Jarang menjaga kebersihan kulit kepala dan berganti handuk, sisir, atau topi, juga menjadi peluang infeksi jamur. Untuk mengatasi tinea capitis, dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur.

Obat antijamur yang ampuh dalam mengatasi tinea capitis adalah griseofulvin (Grifulvin V, Gris-PEG) serta terbinafine hydrochloride (Lamisil). Keduanya merupakan obat oral yang bisa diminum selama lebih kurang enam minggu. Meski demikian, Keduanya mempunyai efek samping yang umum, termasuk di antaranya diare dan sakit perut. Untuk mengatasi efek samping ini, dokter merekomendasikan untuk mengonsumsi obat-obatan ini dengan makanan berlemak tinggi, misalnya selai kacang atau es krim.

2. Menggunakan Sampo Khusus Penghilang Jamur

Menggunakan Sampo Khusus Penghilang Jamur

Cara mengatasi tinea capitis yang efektif adalah keramas dengan sampo khusus sebagai penghilang jamur yang menginfeksi kulit kepala. Sampo khusus ini memang mempunyai formula khusus penghilang jamur yang mencegah penyebaran infeksi. Sampo tersebut mengandung bahan antijamur yang aktif, misalnya ketoconazole atau selenium sulfide.

Meski demikian, sampo ini umumnya hanya membantu penyebaran infeksinya, bukan mengatasi tinea capitis secara total. Untuk itu, masih dibutuhkan bantuan obat-obatan lain plus kesabaran dalam mengobatinya karena penyakit kulit ini membutuhkan proses yang sangat lambat dalam penyembuhannya. Jika Anda rutin mengobati dan menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, bukan tidak mungkin infeksinya juga akan cepat mereda dan kulit kepala menjadi normal kembali.

3. Tidak Berbagi Sisir, Topi, Handuk, atau Barang Pribadi Lainnya
Cara mengatasi tinea capitis memang harus totalitas. Caranya memang tidak bisa setengah-setengah dan harus rutin dilakukan mengingat infeksi jamur itu mudah menyebar. Proses penyembuhannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi gejala infeksi agar tak muncul lagi, janganlah berbagi sisir, topi, handuk, atau barang pribadi lainnya yang tentu bisa menyebabkan infeksi di kulit kepala. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan infeksi dari barang pribadi orang lain, terlebih jika kulit Anda sensitif.

4. Menjaga Kebersihan Tangan dan Kuku

Menjaga Kebersihan Tangan dan Kuku

Kebersihan tangan dan kuku harus dijaga kebersihannya dalam rangka mengatasi dan menyembuhkan infeksi pada kulit kepala. Hal ini dikarenakan penularan aktivitas jamur bisa terjadi melalui lapisan epidermis kulit dan kuku. Jadi, selalu bersihkan tangan dan kuku selepas beraktivitas. Jangan menyentuh kulit kepala saat kepala masih kotor agar tak terjadi perpindahan habitat jamur.

5. Membatasi Kontak Langsung dengan Hewan
Cara mengatasi tinea capitis juga dapat dilakukan dengan mencegah adanya kontak langsung dengan hewan. Anda harus mengenakan masker pelindung ketika berada dekat dengan hewan, seperti hewan ternak. Jika mempunyai hewan peliharaan, batasi kontak langsungnya dan periksakan hewan peliharaan yang berpotensi menyebarkan infeksi tersebut ke dokter agar mengetahui kondisi kesehatan hewannya. Jangan pula berada dekat dengan hewan yang berpotensi menyebarkan jamur dermatofit ini, yaitu babi, kuda, dan kucing liar.

Berbagai cara mengatasi tinea capitis di atas mampu mengurangi gejala yang ditimbulkan dan dapat mengembalikan kondisi kulit seperti semula. Upaya di atas juga melatih hidup sehat yang berarti mengurangi risiko infeksi jamur pada kulit serta mencegah infeksinya datang lagi. Jadi, ingatlah untuk menjaga kesehatan tubuh lewat kebersihan dan pola hidup yang teratur.

Sumber Artikel:
www.halodoc.com
www.alodokter.com
id.theasianparent.com

Sumber Gambar:
www.sehatq.com
godiscover.co.id
www.grid.id